RSS

Seorang Sarjana Bodoh

Sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang teman saya terjadi di Bandung beberapa waktu yang lalu. Kisah nyata ini dapat dijadikan suatu bahan renungan tentang keihklasan hati dalam bekerja.

Seorang mahasiswa yang baru lulus menjadi sarjana kedokteran di sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Bandung memilih untuk bekerja menjadi asisten laboratorium di almamaternya. Penghasilan yang diterimanya sebagai asisten lab sangatlah kecil, bahkan tidak mencukupi walau pun hanya untuk membayar biaya transportasi ke kampusnya. Tetapi dia mencintai pekerjaan menjadi asisten dan melakukannya dengan ikhlas karena memang mencintai pekerjaan mengajar.

Banyak orang yang mengatakan bahwa dia bodoh karena memilih bekerja menjadi asisten lab. Padahal sebagai sarjana kedokteran dari universitas negeri terkenal, dia memiliki peluang besar untuk bekerja di perusahaan swasta yang memberikan penghasilan berpuluh-puluh kali lebih besar.Walau orang tuanya pun mendesaknya untuk mencari pekerjaan lain, dia tetap memilih membantu almamaternya menjadi asisten lab. Semua hal itu dilakukan dengan hati yang ikhlas. “Pekerjaan ini membahagiakan hati saya”, katanya. Suatu saat datanglah seorang profesor dari Jepang berkunjung ke universitas tersebut. Karena semua dosen sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, maka ditugaskanlah asisten lab tersebut untuk menemani dan membantu sang profesor selama berada di Bandung.

Asisten tersebut bisa saja menolaknya karena hal itu bukanlah tugasnya sebagai asisten lab. Dia tidak dibayar untuk hal itu. Tetapi dia memilih untuk tetap menerima tugas itu dengan hati yang ikhlas dan berusaha membantu sebisanya tanpa mengeluh.Walau pun sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang, dia berusaha sebaik mungkin membantu sang profesor. Mengantarnya mencari makanan untuk makan siang dan makan malam, berbelanja oleh-oleh Bandung, berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, dan tempat-tempat wisata lainnya. Dia selalu mengantar ke mana pun sang profesor ingin pergi dengan tersenyum. Setiap hari dia menjemput sang profesor dan mengantarkannya kembali ke hotel tempat sang profesor menginap. Sampai saatnya profesor itu kembali ke Jepang, sang profesor memberikan jam tangannya kepada asisten lab tersebut sebagai tanda terima kasih. Hati sang Profesor sangat tersentuh dengan keramahan dan keikhlasan hati asisten lab yang telah membantunya selama berada di Bandung.
Beberapa tahun kemudian, sang profesor telah terlupakan dalam ingatan asisten lab tersebut. Dan dia masih bekerja masih bekerja ikhlas sebagai asisten di universitas tersebut. Hingga datanglah sebuah kesempatan beasiswa belajar kedokteran sampai jenjang S-3 dari sebuah universitas di Jepang bagi akademisi di universitas negeri di Bandung tersebut.Dosen-dosen yang lebih senior segera mengirimkan aplikasi permohonan beasiswa ke universitas di Jepang tersebut.

Tetapi ternyata oleh universitas di Jepang yang memberi beasiswa tersebut semuanya ditolak! Ternyata sang Profesor di universitas Jepang itu yang menolaknya. “Saya hanya mau menerima dan merekomendasikan anak muda yang dulu pernah antar-antar saya selama saya di Bandung!”, katanya dengan tegas. Akhirnya sang asisten lah yang mendapatkan kesempatan untuk meneruskan kuliah dengan beasiswa di Jepang. Dia melampaui dosen-dosennya yang lebih senior untuk mendapat kesempatan kuliah lebih tinggi.

Kabar terakhir yang saya terima, saat ini dia masih sedang menyelesaikan kuliah S-3 kedokterannya di Jepang. Dari kisah nyata itu saya berkesimpulan bahwa kerja ikhlas bukanlah kerja bodoh, melainkan kerja yang sangat pintar!Walau pun dengan bekerja ikhlas kita tidak dipedulikan atasan kita, orang disekitar kita, atau tidak dipedulikan orang lain… tetaplah bekerja dengan x-tra kerja ikhlas! Faktor X ke tiga dalam fondasi kesuksesan seseorang, seperti yang saya jelaskan pada buku unik bestseller ” 8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit : Rahasia Dahsyat Meraih Impian”. Ingatlah! Bahwa walau pun semua orang di dunia tidak peduli dan menutup mata terhadap apa pun keikhlasan yang kita perbuat, tetapi Tuhan akan selalu peduli dan tidak akan menutup mata Nya kepada keikhlasan hati kita .

Mencari Kesempurnaan

Pada suatu hari Kahlil Gibran berdialog dengan gurunya;

Gibran : "Wahai guru, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup ini?"
Sang guru merenung sejenak, lalu menjawab : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah... dan jangan pernah kembali kebelakang!"

kemudia Gibran lurus di taman bunga lalu sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa. Lalu sang guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?"

kemudian Gibran menjawab : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik, karena aku pikir mungkin yang didepan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi"

Sambil tersenyum sang guru berkata : "Ya... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan yang ada ..."

Maka pesan moral yang dapat kita ambil disini yaitu;
Janganlah mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada dirinya, karena semakin kita mencari kesempurnaan maka semakin pula kita tak akan pernah mendapatkan kesempurnaan tersebu. Allah memberikan pelangi disetiap mendung, senyum disetiap air mata, hikmah disetiap cobaan dan jawaban disetiap do’a. dari air kita belajar ketenangan, dari batu kita belajar ketegaran, dari tanah kita belajar kehidupan, dari kupu-kupu kita belajar merubah diri,  dari padi kita belajar rendah hati ,dan  dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna.

Kisah mencari kekasih sempurna

Kesempurnaan adalah sesuatu yang diimpikan oleh semua orang, karena dengan kesempurnaan kita akan mendapatkan sesuatu yang membuat kita lebih bahagia dan lebih baik dari apa yang didapatkan oleh orang lain.

Kesempurnaan ini juga berlaku ketika kita mencari seseorang yang spesial di hidup kita, yang juga sering disebut sebagai seorang kekasih, seorang pujaan hati sekaligus pendamping hidup kita hingga kita menjalani masa tua bersamanya.
Berikut ini ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang sedang mencari gadis sempurna yang ingin dia jadikan seorang kekasih atau pendamping hidupnya.

Alkisah, disuatu hari yang cerah hiduplah seorang pemuda yang sukses dan mapan, dia hendak mencari kekasih untuk dijadikannya seorang istri. Berhari-hari, berminggu-minggu dia mencarinya. Hingga bertemulah dia dengan seorang perempuan yang begitu cantik dan ramah, yang dengan kecantikannya dia menjadi seorang model majalah terkenal.

Namun, sayangnya sang pemuda tidak menjadikannya seorang kekasih atau menikahinya, karena gadis itu tidak pandai memasak atau bisa dikatakan tidak bisa memasak untuknya. "Bagaimana mungkin dia bisa menjadi seorang istri yang baik jika memasakpun dia tidak bisa", pikirnya.
Kemudian dihari berikutnya dia mencari wanita idamannya lagi. Hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan terus berlalu. Hingga akhirnya dia menemukan gadis kedua yang lebih baik. Sang pemuda tidak hanya terkesan dengan kecantikannya, tetapi juga kagum dengan keahliannya memasak. Masakannya begitu lezat dan luar biasa enaknya. Bahkan dia juga mempunyai restoran sendiri yang sudah terkenal dan menyediakan berbagai makanan yang luar biasa lezatnya.
Namun, pemuda akhirnya memutuskan untuk tidak menikahinya juga. Sebab, sang wanita tak begitu cerdas baginya, dia sulit untuk menjalin komunikasi dengan baik, bahkan untuk pendidikan, dia hanya tamat sampai SMP. Menurut sang pemuda, dia tidak cukup sempurna untuk dia jadikan seorang istri yang baik.
Pencarian pun masih berlanjut. Hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun pun silih berganti mengiringi pencarian sang pemuda. Hingga disuatu hari yang cerah, dia menemukan seorang gadis yang begitu sempurna menurutnya, yang selama ini dia idam-idamkan. Gadis yang baik, ramah, begitu sangat cantik dibanding gadis-gadis yang pernah dia temui sebelumnya.

Dia juga sangat pandai memasak, dan masakannya tidak kalah lezatnya dengan masakan restoran, karena dia juga memiliki beberapa restoran yang sudah terkenal. Dan untuk pendidikannya, dia sangat cerdas dan pandai, itu terbukti dari gelarnya sebagi seorang Magister dari Perguruan Tinggi terkenal.
Dia mempunyai pengetahuan yang luas, yang membuatnya mampu menjalin sebuah percakapan yang begitu baik, tutur bahasa yang sopan dan rendah diri. Sang pemuda ini menganggapnya sebagai seorang wanita sempurna, dan dia hendak ingin menjadikannya seorang istri.
Namun, akhirnya sang pemuda tetap tidak bisa menikahi gadis yang menurutnya sempurna ini. Karena gadis ini juga mencari seorang pria yang menurutnya sempurna baginya. (Selesai)
Dari cerita ini kita bisa mendapatkan beberapa hikmah yang bisa kita ambil. Bahwa kesempurnaan bukanlah segalanya, bukanlah sesuatu yang harus kita miliki, karena kesempurnaan adalah relatif, tergantung darimana dan siapa yang memandangnya.
Hal ini juga berlaku ketika kita hendak mencari seorang kekasih untuk dijadikan seorang istri. Kita tidak perlu mencari seorang kekasih yang sempurna, tetapi mencari kekasih yang kita cintai, karena ketidak sempurnaannya adalah tugas kita untuk melengkapinya, dan menjadikannya seorang gadis yang bahagia dan beruntung menjadi kekasih kita.

Mencari Makna Kehidupan

Mencari Makna Hidup

makna hidup
Mencari makna hidup adalah salah satu bahasan penting yang sering disampaikan oleh para pembicara motivasi. Bahkan mereka begitu menekankan bagaimana pentingnya mengetahui makna hidup. Sebab dengan memahami makna hidup itulah kita bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dan lebih termotivasi. Kemudian, ada sesi pelatihan yang membimbing kita untuk menemukan makna hidup kita.


Adakah yang salah?

Begini: hidup kita di dunia akan menentukan hidup kita di akhirat. Artinya kita tidak bisa sembarangan menentukan makna hidup berdasarkan konsep yang tidak jelas asalnya. Jika kita salah memaknai hidup ini, kemudian kita hidup berdasarkan makna yang salah, maka sudah bisa ditebak kearah mana kita akan hidup. Bagaimana nanti kita di akhirat?
Mencari makna hidup adalah hal yang serius, bukan main-main. Tidak ada pemikiran parsial yang membedakan urusan dunia dan urusan akhirat. Hidup dunia justru menjadi penentu bagaimana hidup kita di akhirat.
Mungkin dengan metode-metode mutakhir, kita akan menemukan berbagai metode menemukan makna hidup atau tujuan hidup. Kemudian, hal ini memberdayakan hidup kita, menjadi lebih sukses di dunia. Namun, kesuksesan dunia tidak ada artinya jika di akhirat menjadi manusia yang gagal.
Dengan demikian, mencari makna hidup adalah titik kritis yang tidak boleh salah. Ini akan menentukan hidup Anda baik di dunia dan di akhirat. Ulama besar, Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji.


Mencari Makna Hidup Yang Benar

Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia. Tentu saja, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang paling mengetahui tentang hidup kita termasuk makna hidup kita.
Bolehkan kita mencari makna hidup dibawah bimbingan motivator? Tentu saja boleh, jika motivator tersebut merujuk pula kepada Al Quran dan hadits. Jika rujukannya bukan Al Quran dan Hadits, maka kita perlu memikirkannya lagi.
Adakah kebenaran universal? Ya, tentu saja. Kebenaran universal itu Al Quran sendiri. Hanya saja, ada orang-orang yang tidak mau mengikuti kebenaran Al Quran sehingga membuat “kebenaran baru” yang mereka terima. Ini masalah iman, perbedaan antara orang yang beriman dan tidak. Jika Anda orang yang beriman, tentu Anda akan menerima dengan sepenuh hati bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran sejati, bukan yang lain.
Untuk itu, dalam mencari makna hidup, kita harus bertanya: “apa itu hidup menurut Al Quran?”. Silahkan baca dan gali Al Quran. Silahkan meminta bimbingan ulama yang memahami tafsir Al Quran. Silahkan baca tafsir-tafsir Al Quran yang ditulis oleh ulama terpercaya.

Berikut ini adalah 13 arti hidup yang bisa kita pahami bagaimana kehidupan itu sebenarnya?
1. Ketahuilah bahwa hidup yang kita jalani sekarang ini hanya sementara, karena itu lakukanlah apa yang harus kita lakukan untuk bisa bertahan hidup dan jalanilah sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Hidup yang sekarang ini tidaklah mudah untuk dijalani, karena itu jadilah seperti batu karang yang tetap keras dan jadilah sang pemenang yang tak pernah terkalahkan.
3. Tidak perlu resah dan gelisah, karena hidup akan indah pada waktunya, sejalan dengan keadaan dan kondisi kita.
4. Menarilah dan renungkanlah, hidup akan menjadi bebas ketika kita memiliki pengharapan dan kesetian dari orang-orang yang ada disekitar kita.
5. Hiduplah untuk kebahagian sesama, bukan hidup untuk keegoisan semata.
6. Tersenyumlah ! karena hidup akan selalu damai, jika senyum yang kita ekspresikan bisa membawa keteduhan dalam menjalani kehidupan yang sudah Tuhan berikan.
7. Duka dan kegagalan selalu ada disaat dan dimanapun kita berada, namun hidup itu adil karena suka dan kesuksesan juga akan datang menghampiri.
8. Hidup akan memiliki arti jika yang kita lihat adalah apa yang perlu dilihat, jika yang kita dengar adalah apa yang perlu kita dengar, jika yang kita bicarakan adalah apa yang perlu dibicarakan, dan jika yang ingin dicari tahu adalah apa yang perlu untuk diketahui.
9. Tidak perlu untuk berputus asa karena hidup akan selalu memiliki titik terang ke arah proses yang lebih baik dan terbaik.
10. Hidup adalah bagaimana kita memandang dan merenung untuk mendapatkan arti dan tujuan dari hidup yang seutuhnya.
11. Kehidupan itu tentang kebahagian, kasih sayang, life style, uang, kesehatan, pekerjaan, hubungan, masa depan, cinta, keluarga dan orang-orang.
12. Memahami apapun, melihat dari sudut pandang yang berbeda adalah hidup yang memiliki beraneka-ragam warna
13. Jangan pernah menyerah untuk hidup ini, tetapi tetaplah berusaha dan berdoa karena Tuhan akan memberikan lebih dari yang kita minta.


Lalu Apa Makna Hidup Menurut Al Quran?

Sekali lagi, Anda bisa mendalami Al Quran untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
Pertama: Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)
Kedua: Hidup Adalah Ujian
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya,

(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
Ketiga: Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia
Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14, “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“
QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
Keempat: Hidup Adalah Sementara
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“

Agar Hidup Lebih Bermakna

Setelah Anda memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?
Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara:
  1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah pertama selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah. Kedua, pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).
  2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran.
  3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
  4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjangan angan-angan apalagi malas karena kita tidak hidup ini tidak selamanya. Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna.
Wallahu a'lam...

Kata Indah Tentang Cinta


Ketika bunga-bunga berguguran, saat matahari dan bulan bertemu , aku yakin kita akan bersatu kembali.



Jika memang cinta tidak dapat mengembalikamu kepadaku, aku yakin cinta akan mempertemukan kita pada kehidupan yang akan datang.




Sebenarnya aku ingin membangun cinta dengan yang lain, setelah cintaku pupus dihadapanmu, tapi aku tidak tahu kenapa, yang ada di fikiranku hanyalah kamu!




Tahukah kamu kenapa aku tetap menginginkanmu walaupun kamu tidak pernah mempunyai rasa yang sama ? Masalahnya begitu sulit untuk membuatmu mencintaiku, lebih sulit lagi memaksa hatiku berhenti memikirkanmu.




Aku tidak pernah tahu kebahagiaan sesungguhnya, sampai saat aku mendapatkanmu ! Aku tidak pernah tahu derita sebenarnya, sampai saat aku kini kehilanganmu ! Terima kasih telah memperkenalkanku pada kedua rasa yang tidak akan ku lupa.



Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu ! Atau menangis dalam perih derita, karena tidak bisa lebih dari itu.



Setiap kali kamu menyakitiku, seribu sayangku bertambah di hatiku ! 



Aku sekarang mengerti bahwa hal yang paling sakit itu bukan sendiri, Akan tetapi di lupakan oleh orang yang tidak bisa aku lupakan



Cuma ada satu masalah ketika aku bermimpi tentang mu, yaitu saat aku terbangun.

Aku tidak menangis karena kehilanganmu , tetapi mengetahui kamu tak pernah berusaha untuk mencegahku pergi.

Sebenarnya aku tidak pernah memilihmu, tapi cintalah yang memilihmu menjadi kekasihku.

Jujur, aku cukup bahagia bisa menjadi sahabatmu, tapi aku juga tidak bisa memungkiri betapa sedihnya hati ini tidak bisa memilliki cintamu.

KUMPULAN KUTIPAN-KUTIPAN MOTIVASI HIDUP ISLAM

Kita mau berubah jadi orang yang baik dan bertaqwa juga berakhlak mulia, tapi tak ada usaha, sungguh takkan kita dapati perubahan apapun, saat kita mau melangkahkan kaki, kaki kita takkan bergerak bila hanya ada kemauan tapi tak ada usaha. Perubahan hanya akan ada dengan usaha untuk itu. 


Kita semua dilahirkan sebagai seorang pedagang, mengambil sesuatu berarti harus mengorbankan sesuatu. Lakukan yang seharusnya dilakukan, dan jagan lakukan yang tidak baik dilakukan. Proses yang baik adalah melakukan hal yang benar dan bersabar dalam menanti hasilnya. Inilah yang dimaksudkan dalam kepasrahan dalam berserah. Lakukan yang terbaik untuk hari ini.



Sahabat saya yang sedang memperbarui dirinya, agar dirahmati dengan kualitas hidup yang baru. Mohon hindari mengatakan bahwa perubahan itu membutuhkan pengorbanan itu membutuhkan pengorbanan. Karena untuk berubah menjadi lebih baik, yang Anda "korbankan" adalah hal-hal merugikan yang sebetulnya tidak pantas untuk dipertahankan. Jika Anda sudah berniat berubah bagi kebaikan hidup Anda, berubah saja. Ringankanlah hati Anda.



Suatu kebohongan akan ada masanya terbongkar, yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya, namun kemarahan yang meluap takkan membuahkan hasil. Hanya cacian, makian yang akan terucap. Biarkan waktu yang menjawab, karena ada masa untuk berkata & ada masa untuk berdiam. Allah yang Maha Besar dan Kuasa, akan menunjukkan kebenarannya, tepat pasa waktunya.



Dari kisah sahabat Rasulullah SAW
Jangan salahkan mawar memiliki duri, bersyukurlah duri memiliki mawar.
Ibn Qayyim berkata:
Sesungguhnya yang mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan maksiat yang disukainya dan yang sering dilakukannya adalah seseorang yang meninggalkannya bukan karna Allah SWT. Adapun seseorang yang meninggalkan hal tersebut dengan jujur, ikhlas dari hatinya karna Allah SWT, ia hanya merasakan kesulitan di awal kali ia meninggalkannya. Ini semua untuk mengujinya, apakah ia jujur dalam meninggalkannya ataukah hanya berdusta, jika ia sabar dalam menghadapi kesulitan ini sebentar saja, ia akan memperoleh kelezatannya.



Bismillaah...
Jadikan jiwamu seluas samudera, berjuta sampah dibuang bumi ke dalamnya setiap hari, namun ia tetap jernih dan biru. Sediakan sejuta maaf untuk satu kesalahan dan sejuta senyum untuk sebuah keasaman. Tetap semangat dan istiqomah !!!



Manusia adalah ciptaan Allah tertinggi yang diistimewakan dengan Al-Khiyar (kebesasan memilih). Termasuk memilih takdir untuk dirinya. Allah memberi kesempatana manusia untuk memilih, bahkan merubah takdir tersebut.
"Sungguh Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kamu, sehingga kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya sendiri". (Q.S. 13:11)
Saudaraku, mariberbuat sesuatu untuk merubah takdir kita! :)



Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan (Imam Syafi'i)



Jadilah batu karang yang tetap berdiri kokoh walau badai menerjang, jadilah bunga melati yang senantiasa dapat memberikan keharuman untuk sekitarnya, jadilah pohon-pohon yang senantiasa dapat menyejukkan setiap orang yang berada didekatnya. Tapi jangan pernah menjadi parasti yang hidup tanpa arti bahkan mengganggu sekitarnya, jadikan dirimu bermakna.



Kita boleh berkeinginn terhadap harta benda atau wanita/pria, tai fokus kita harus tetap kepada Allah SWT. Kalaulah bebagai keinginan itu merusak fokus kesejatian kita, maka lebih baik musnahkan saja semua keinginan itu, dan biarkan Allah SWT yang mengatur berbagai kebutuhan kita. Ikhtiar yang dilandasi keinginan itu lemah, dan Ikhtiar yang dilandasi tawakkal itu kuat.



Setiap diri pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan berharapa atau berpikir orang lain (harus) selalu tampil sempurna untukmu, tanpa salah atau cacat apapun juga. Karna sesungguhnya, baik kamu sadari ataupun tidak, kamu pun tak sempurna. Dan tak ada yang sempurna, kecuali DIA, yang Maha Sempurna, Robbul 'alamin.

TUJUAN DAN MAKNA HIDUP : Renungan KEBAHAGIAAN DAN MAKNA DALAM KEHIDUPAN


TUJUAN DAN MAKNA HIDUP
 “Affectus, qui passio est, desinit esse passio simulatque eius claram et distinctam formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akan lagi menderita setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar dari penderitaan tersebut.
Jika hidup benar-benar memiliki makna, maka harus ada makna didalam penderitaan. Karena penderitaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, meskipun penderitaan itu merupakan nasib dan dalam bentuk kematian. Tanpa penderitaan dan kematian, hidup manusia tak sempurna.
Dalam hidup kita selalu ingin “Sukses dan Bahagia”, kadang kita salah, karena kita berfikir bahwa untuk itu kita perlu memperbaiki kekuranngan-kekurangan kita. Padahal menurut Martin Seligmant Directur APA (American Psychology Association, yang beranggotakan lebih dari 160.000 orang) dalam bukunya Authentic Happiness mengatakan; “Untuk sukses dan bahagia, kita lebih baik mengoptimalkan apa yang kita miliki, bukan memperbaiki apa yang kurang pada diri kita.” (Apa ini Benar?)
Perasaan Positif yang tumbuh dari penumbuhkembangan kekuatan dan kebajikan, alih-alih memalui jalan pintas adalah perasaan positif yang authentic (baca = benar). Perasaan Positif membuat orang mendekati itu, Persasaan Negative menghindari sesuatu itu.
Perasaan adalah keadaan (kejadian semenatara), yang bukan sebuah Kepribadian. Kalau Kepribadian (baca = watak), karakteristik negative/positif yang terus muncul pada berbagai keadaan, situasi. Sebagai contoh; Ada watak optimis dan pesimis (Gelas Setengah Penuh atau Setengah Kosong).
Hidup yang baik adalah menggunakan kekuatan khas Kita setiap hari untuk menghasilkan kebahagiaan yang authentic dan gratifikasi berlimpah. Gratifikasi adalah Keadaan menyenangkan yang mengikuti pencapaian hasrat. Ini beda dengan Kepuasan  sebuah keadaan menyenangkan yang diperoleh setelah suatu motif terpenuhi.
Kebahagiaan adalah ‘Rasa Puas’ yang disebabkan oleh Hidup yang Baik yang ditambatkan (dikaitkan, dicantolkan) untuk Pemenuhan Makna.
Hidup otentik adalah hidup dimana manusia benar-benar jadi subjek, sama sekali tidak jadi objek. Dengan kesubjekan ini, manusia menjadi otentik. Dengan ini penemuan makna terjadi, bertindak otentik sesuai dengan kemanusiaannya (yaitu mencari makna, mencari kebahagiaan, bebas dalam bertindak).
Makna adalah pengenalan tempat-tempat segala sesuatu didalam suatu system. Pengenalan seperti itu terjadi jika relasi sesuatu yang lain dalam system tersebut menjadi terjelaskan atau terpahamkan.

Tetapi Kita Mesti ingat: Jangan mencari sukses –semakin keras kamu berupaya dan menjadikan sukses sebagai target, semakin sulit kamu meraihnya. Kerena sukses, seperti juga kebahagiaan, tidak dapat dikejar; dia harus terjadi, dan itu hanya bisa diraih sebagai efek samping dari dedikasi pribadi seseorang terhadap upaya yang lebih bermakna, sebagai produk samping dari penyerahan seseorang kepada orang lain diluar dirinya sendiri. Kebahagiaan akan didapat, begitu juga keberhasilan; kamu harus membiarkan datangnya tanpa memedulikannya.
Meskipun jumlahnya sedikit, orang-orang itu (yang mampu bertahan di kamp Nazi atau dibawah tekanan yang sangat-sangat tinggi, dengan moralitas yang “cukup”) menjadi bukti yang cukup, bahwa apapun bisa dirampas dari manusia kecuali satu; kebebasan terakhir seorang manusia –kebebasan untuk menentukan sikap hidup dalam setiap keadaan, kebebasan untuk memilih jalannya sendiri.
Kita Memang Diberi Kebebasan untuk Memilih, Kecuali Memilih Akibat dari Pilihan Kita. Bayangkan sebuah “Papan Catur”. Mantri dengan semua potensi yang dimilikinya, tidak akan bisa berbuat apa-apa bila “Pion Kecil” didepannya tidak bergerak, dan setelah berjalannya waktu (seperti alam-ini: miniaturnya adalah Papan Catur), maka benarlah ucapan Filsuf Prancis J.P. Sartre (sayang dia atheis); SATU LANGKAH KITA, APAPUN KITA ITU, mau mantri, gajah, pion kecil, kuda atau yang lainnya, KONSEKUENSI/AKIBATNYA merubah seluruh TATANAN KONFIGURASI POTENSI ALAM INI. Sesungguhnya Dalam penciptaan Alam ini, dibuat bukan dengan SENDAU-GURAU dan SIA-SIA. Kita akan dimintai PERTANGGUNG-JAWABAN. Pertanggungjawaban dari kata Responsibility, Response dan Ability = Kemampuan Merespon Kejadian, apapun yang kita lakukan.
Kata Latin finis memiliki dua arti; yaitu akhir atau selesai, dan sebuah tujuan untuk diraih. Seseorang yang tidak bisa melihat (DARI MANA DIA BERADA, UNTUK APA DIA ADA, DAN KEMANA TUJUAN AKHIRNYA) akhir “kehidupan sementara”-nya, tidak akan bisa meraih sasaran tertinggi dalam hidupnya. Dia tidak lagi hidup untuk masa depan, berbeda dengan kehidupan manusia normal. Spinosa dalam bukunya “Ethics” mengatakan; “Affectus, qui passio est, desinit esse passio simulatque eius claram et distinctam formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akan lagi menderita setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar dari penderitaan tersebut.
 Setiap situasi ditandai oleh sifatnya yang unik, dan hanya ada satu jawaban untuk setiap permasalahan yang dihadapi. Ada banyak penderitaan yang harus kita jalani. Karenanya, kita perlu menghadapi seluruh penderitaan kita, dan berusaha menekan perasaan lemah dan takut. Tetapi, kita juga tidak perlu malu untuk menangis, karena airmata merupakan saksi dari keberanian manusia yang paling besar, keberanian untuk menderita.

Dia tahu “mengapa” ia hidup, akan mampu menghadapi yang “bagaimana” pun. Kata Nietzsche; “was mich nicht umbringt, macht mich staeker” (segala sesuatu yang tidak membunuh saya, membuat saya jadi lebih kuat)”. Ada kata-kata lain; Was du erlebst, kann keine Macht der Welt dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pun dibumi ini yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani). Tidak hanya pengalaman, tetapi juga semua perbuatan kita, gagasan hebat yang mungkin pernah kita pikirkan dan semua penderitaan kita; semua itu tak akan hilang, meskipun sudah berlalu, semuanya bisa dihidupkan kembali, barangkali kehidupan yang paling nyata.
Apabila kita menggunakan konsep Menurut logoterapi, maka ada 3 cara yang bisa ditempuh manusia untuk menemukan makna hidup; 1) Melalui Pekerjaan atau Perbuatan [disini dilakukan dengan berusaha mendapat keberhasilan dan sukses. Tetapi bukan sukses dengan penyakit, tetapi sukses seperti diartiakan diatas, succes yang authentic. Makanya jangan heran, banyak manusia akan menderita, jika mereka tanpa aktifitas keseharian walau secara financial cukup. Kerja adalah pemenuhan makna hidup, bukan hanya mencari penghasilan, uang]. 2) Dengan mengalami sesuatu atau melalui seseorang [ini dilakukan dengan cinta]. Sebab tak ada orang yang bisa sepenuhnya menyadari esensi manusia lain tanpa cinta. Dengan cinta kita tahu kelebihan, kekurangan, bahkan merupaya mewujudkan atau menunjukkan potensi yang seharusnya dicapai oleh orang tersebut dan kita siap untuk membantunya. 3) Melalui cara kita menyikapi penderitaan yang tak dapat dihindarkan [dalam penderitaan setiap manusia menjadi saksi untuk potensi unik manusia. Dimana manusia ternyata bisa mengubah tragedy menjadi kemenangan, mengubah kemalangan menjadi keberhasilan. Saat kita tak bisa mengubah situasi (misalnya penyakit mematikan, kanker, HIV dan lain-lain) kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri. Banyangka conroh-contoh orang yang mengidap sakit parah Muhammad Ali (Parkinson’s bisa bermakna hidupnya), kehilangan kaki dan contoh menarik sebenarnya perlu dilihat dalam kejadian Tsunami di Aceh].
Dalam tesis magister, Hanna Djumhana, dijelaskan cukup detail tentang bagaimana meraih kebahagiaan  itu dengan hidup bermakna. Dimulai dari Suffering (Derita) — Hidup Tanpa Makna (Meaningless Life) — Mengubah Sikap (Changging Attitude) — Menemukan Makna (Finding Meaning) — Memenuhi Makna (Fulfilling Meaning) — Hidup Bermakna (Meaning Life) — Bahagia (Happiness).

Sumber :
Martin E.P. Seligman, “Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential for Lasting fulfillment, Free Press, New York, 2002
Hanna Djumhana Bastaman, M.Psi, “Meraih Makna Hidup”, Tesis S-2 Psikologi-UI, 1993
Frankl, Viktor, E, “Man Search For Meaning”, Revised and Updated. Washinton Square Press, Cet-21, 1985